Renovasi besar Masjid Istiqlal sejak Mei 2019 lalu telah selesai. Masjid kebanggaan umat tersebut kini bersolek lebih indah selepas 42 tahun berdirinya.

Presiden Jokowi akhirnya meresmikan renovasi masjid Istiqlal yang berada di Jakarta Pusat. Renovasi ini untuk pertama kalinya dilakukan sejak dibangun 42 tahun lalu pada masa pemerintahan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.


"Saya melihat masjid Istiqlal telah berubah total dan tampak seperti baru lagi. Landscapenya ditata ulang menjadi indah dan semakin kelihatan tertata rapi, lantainya juga saya lihat sudah 3 kali, lebih berkliau, tata cahayanya juga diganti sangat modern dan indah dan sungai yang membelah istiqlal juga semakin bersih dan rapih," kata Jokowi saat memberikan kata sambutan, Kamis 7 Januari 2021.

Jokowi mengapresiasi hasil renovasi ini. Renovasi tidak hanya memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah tetapi juga memperhatikan aspek arsitektur, seni, estetika dan yang tidak kalah penting tetap memperhatikan kadiah-kaidah cagar budaya banguan masjid. Renovasi masjid dengan nilai Rp 511 miliar tersebut juga bukan sekadar gagah-gagahan.


"Masjid Istiqlal harus menjadi contoh bagi masjid-masjid negara lain di dunia dalam mengembangkan syiar islam yang menyejukkan, membangun toleransi dan membangun perdamaian," ujar Jokowi.

Masjid Istiqlal yang punya nilai sejarah pada bangsa Indonesia, selain megah juga menyampaikan pesan keberagaman. Letaknya berhadapan dengan gereja Katedral, yang tak kalah megah dan dibangun dengan memerhatikan arsitektur bangunan.

Dalam sejarahnya, nama Istiqlal diambil dari bahasa Arab yang artinya merdeka. Sang Arsitek, Frederich Silaban, yang seorang pemeluk agama Nasrani merancang pembangunan masjid itu memasukkan banyak simbol-simbol berkaitan dengan Islam dan Indonesia ke dalam desainnya.


Menempati area tanah seluar 9,5 hektare, kubah Masjid Istiqlal memiliki diameter sekitar 45 meter yang juga dikaitkan dengan tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Juga disebutkan, terdapat ukiran ayat kursi yang melingkari kubah.

Menurut penuturan sejumlah pihak, bangunan masjid Masjid ini juga ditopang dengan 12 tiang. Hal itu diartikan atau melambangkan hari kelahiran Nabi Muhammad yang jatuh di tanggal 12 Rabiul Awwal.

Komentar

Lebih baru Lebih lama