GOPRESIDEN.COM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) ikut turun tangan mencari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di sekitar Pulau Lancang-Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Jakarta. 4 pesawat dikerahkan untuk membantu proses pencarian. 

"Sesuai instruksi Panglima TNI, TNI AU telah menyiagakan helikopter dan pesawat fix wing untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan," kata Kadispenau, Marsma TNI Indan Gilang B, dalam keterangannya, Minggu (10/1). 

Adapun empat pesawat tersebut yakni Helikoter Super Puma NAS-332 dari Skadron Udara 6 dan EC-725 Caracal Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja Bogor. Keberangkatan helikopter beserta personel SAR dari Korpaskhas.


Selain helikopter, pesawat Fix Wing Boeing 737 Intai Maritim Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanudin Makassar dan CN-295 Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, juga ikut diturunkan. 

Sejauh ini, Basarnas masih terus melakukan pencarian terhadap puing pesawat SJ 182. Satu kantong hitam diduga puing pesawat sudah dibawa ke JICT 2 Tanjung Priok. Diduga pesawat tersebut jatuh di kawasan Pulau Lancung dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Pesawat tersebut berisikan 50 penumpang, dan 12 kru pesawat. SJ 182 hilang kontak pada sekitar pukul 14.40 WIB. 

Sriwijaya Air telah membuka posko crisis center di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta bagi keluarga penumpang maupun kru pesawat yang membutuhkan informasi. Sementara posko evakuasi berada di JICT 2, Tanjung Priok.




Komentar

Lebih baru Lebih lama