Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini mengatakan, beberapa warga yang tinggal di kolong jembatan di Jakarta tidak bisa mengakses bantuan dari pemerintah.

"Banyak pertanyaan soal yang berada di kolong jembatan. Mereka tidak bisa mengakses bantuan karena mereka adalah penduduk luar kota yang tentunya tidak ada koneksi struktural dari kepemerintahan sampai RT RW," kata Risma dalam diskusi Kaukus Perempuan Parlemen secara daring, Senin (4/1/2021).

Risma mengatakan, dari temuan tersebut, pihaknya akan memberikan bantuan dengan menghidupkan balai unit pelaksana tugas (UPT) di bawah Kementerian Sosial untuk mendata kependudukan sejumlah warga yang tinggal di kolong jembatan tersebut.


"Kemudian mereka bisa mengakses bantuan-
bantuan sosial yang kita berikan," ujar dia.

Lebih lanjut, Risma mengatakan, melalui balai UPT tersebut, Kemensos akan memberikan fasilitas tempat tinggal dan keterampilan sehingga pendapatan warga menjadi bertambah.

Selain itu, balai UPT tersebut akan memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar.

"Nanti belajar dan ada komputer di balai, ini wujud yang coba kami ubah polanya menangani sampai mereka bisa mandiri, dan saya juga sudah berkomunikasi dengan menteri PU untuk bagaimana mereka setelah itu tinggal di rumah susun tarif murah," ujar dia. 

Pada Senin (28/12/2020) Risma melakukan sidak di wilayah Kantor Kementerian Sosial, Jakarta.

Bersama rombongan kecil Kemensos, Risma menyambangi sejumlah titik, seperti jembatan Kali Ciliwung dan bagian bawah flyover Jalan Pramuka, Jakarta Pusat.

Saat blusukan, Risma bertemu dengan seorang pemulung dan istrinya yang tengah mendorong gerobak di flyover Jalan Pramuka.

Risma pun berbincang dengan pemulung tersebut, termasuk bertanya perihal penghasilan sehari-hari yang didapat pemulung tersebut.

Pemulung itu mengaku memperoleh penghasilan sebesar Rp 800.000 setiap bulan yang harus ia bagi untuk biaya hidup keluarga di kampung halaman.

Mendengar curahan hati pemulung tersebut, Risma berjanji akan mencarikan rumah layak huni sekaligus memberikan pelatihan agar si pemulung bisa memperbaiki kualitas hidup.

"Bapak, Ibu, saya carikan rumah jadi enggak perlu ada biaya ngontrak. Tetap cari sampah seperti ini. Nanti sampah dari Kementerian Sosial bisa untuk Bapak. Sambil saya ajari usaha. Masak mau terus kayak begini, ya. Mau ya," kata Risma.

Risma kemudian menyusuri bantaran kali di sekitar kantor Kemensos.

Di sana, mantan Wali Kota Surabaya itu melihat kehidupan para pemulung dan rumah-rumah tak layak huni.

Risma menyaksikan secara langsung hunian dengan kasur gulung lusuh, lemari butut, alat-alat mandi, dan sendal jepit terserak.

"Bapak, Ibu, saya hanya ingin panjenengan tinggal di tempat yang lebih baik. Ayo Pak, mau ya, Pak," ujar Risma kepada para pemulung. [kompas.com]

Komentar

Lebih baru Lebih lama