Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memastikan tidak ada pemilik suara yang sah di KLB Sumatera Utara. AHY memastikan 93 persen pemilik suara sah di Partai Demokrat menyatakan setia dan menolak KLB yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Paling tidak sampai dengan tadi pagi, sekitar 93 persen pemilik suara sah berada di tempatnya masing-masing, mereka tidak melakukan penerbangan ke Sumatera Utara,” tegas AHY dalam pernyataannya terkait KLB mengatasnamakan Partai Demokrat, Jumat (5/3/2021).


“Fakta di lapangan, hanya sekitar 7 persen, itupun sudah kita ganti, sudah di Plt, kami bisa buktikan dokumen-dokumennya,” tambah AHY.

AHY lebih lanjut mengungkap adanya upaya paksaan, ancaman, dan imbalan berupa uang hingga jabatan terkait KLB yang digelar di Sumut. Bagi AHY, apa yang dilakukan sejumlah pihak dengan menyelenggarakan KLB telah merusak demokrasi. Karena, sambung AHY, bukan hanya eksistensi PD yang dipertaruhkan di sini, tetapi juga nasib demokrasi di Indonesia.

“Apa jadinya kalau ada aktor-aktor tertentu yang merasa memiliki kekuatan politiik, kekuatan uang, lalu bisa berbuat semau-maunya, sewenang-wenang, mengambil alih parpol yang sah dan berdaulat dengan cara-cara yang tidak legal, hancurlah demokrasi kita,” kata AHY.

“Jadi kami di sini bukan hanya menyuarakan hak Partai Demokrat, tapi juga ingin menyuarakan perjuangan kami untuk tetap menjaga demokrasi hidup dengan baik di negeri kita. Ini tekad dan komitmen kami seluruh kader PD,” ujarnya.

Tak hanya itu, AHY juga mengatakan KLB yang dilakukan di Sumatera Utara melecehkan aturan dan rpinsip yang diyakini oleh Partai Demokrat. Hal tersebut, kata AHY, dibuktikan dari fakta Moeldoko diakui dalam KLB sebagai ketua umum tetapi tidak mempunyai Kartu Tanda Anggota Partai Demokrat.

“Semoga semua fakta tadi tidak dibelok-belokan, bahwa KLB ini bisa dikatakan dagelan, saya sih tidak bisa terima dengan akal sehat sebetulnya, tetapi ya sudah terjadi,” kata AHY.

“Dan kami yakinkan itu semua akan kami hadapi dan kami lawan, karena kami punya hak dan kewajiban menjaga kedaulatan PD. Jangan ciderai akal sehat, jangan injak etika, moral dalam politik yang berkeadaban,” tegas AHY.

Komentar

Lebih baru Lebih lama