Usai dijadikan nama jalan di Abu Dhabi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata dihadiahkan masjid oleh Pangeran Mohammed bin Zayed Al-Nahyan (MBZ) dari Uni Emirat Arab (UEA).

Masjid hadiah dari Uni Emirat Arab untuk Jokowi itu rencananya akan dibangun di Kota Surakarta alias Solo, Jawa Tengah.


Selaku Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka ikut membantu persiapan pembangunan masjid hadiah Pangeran Uni Emirat Arab untuk Jokowi tersebut.

Menurut Gibran Rakabuming, prosesi peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan masjid Jokowi dari Uni Emirat Arab akan dilakukan pekan ini.

"Nanti tunggu hari Sabtu, kami groundbreaking (peletakan batu pertama) masjid," Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di Solo

Salah satu persiapan yang dilakukan Gibran Rakabuming ialah meninjau lahan untuk masjid hadiah Uni Emirat Arab tersebut.

Masjid untuk Presiden Jokowi ini bakal dibangun di atas lahan seluas 2,9 hektar yang pernah digunakan sebagai depo Pertamina, tepatnya di kawasan Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Gibran menjelaskan masjid hibah Uni Emirat Arab itu akan memiliki rancangan yang serupa dengan Grand Mosque alias Masjid Agung Abu Dhabi, UEA.


"Tadi sudah kelihatan gambarnya (desain)," tutur putra sulung Presiden Jokowi.

Selain memastikan lahan untuk masjid hadiah Uni Emirat Arab, Gibran Rakabuming beserta jajaran Pemerintah Kota Surakarta juga mengecek lahan lain yang bakal digunakan sebagai Islamic Center atau pusat kegiatan Islam.

"Kalau tidak salah mereka menginginkan lahan lagi sekitar 2-3 hektar untuk Islamic Center. Kami arahkan ke dekat kampus UNS (Universitas Sebelas Maret). Saya sudah survei," kata Wali Kota Surakarta.

Namun, ternyata pembangunan masjid untuk Jokowi dan Islamic Center belum tentu akan dibangun secara bersamaan.

"Ini masjid dulu, kalau bisa paralel ya lebih baik," katanya.

Utusan Dubes RI untuk UEA Setyo Wisnu Broto sebelumnya menjelaskan masjid Jokowi ini sepenuhnya merupakan pemberian Pangeran Uni Emirat Arab. (PK) 
Lebih baru Lebih lama