Anggota Pasukan Pengamanan Presiden ( Paspampres ) Praka Izroi Gajah masih diperbincangkan masyarakat luas karena terlibat cekcok dengan polisi di pos penyekatan PPKM Darurat, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Sosoknya yang tenang dan kalem membuat banyak warga bersimpatik terhadap Praka Izroi yang diketahui belakangan ini adalah pengawal pribadi Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin.

       Anggota Paspampres Praka Izroi Gajah

Di balik sosoknya yang sabar dan terkesan biasa saja ternyata Praka Izroi sangat gagah ketika mengenakan seragam TNI AD. Dari akun Instagramnya @izroy_gadjah, dia memajang beberapa pose saat berseragam tentara, salah satunya Praka Izroi dengan kaca mata hitam memegang senjata. Ada juga foto hitam putih Praka Izroi yang mengenakan seragam TNI AD.

Anggota Paspampres Praka Izroi Gajah. Foto: IG @izroy_gadjah

Warganet yang melihat penampilan dan pembawaan Praka Izroi dibuat takjub. Mereka bangga dengan Paspampres.

“Saya bangga ...Bravo Paspampres,” kata @lina_christine.s.

“Tetap tenang,sabar,ngaku salah,keren mantap,memang tentara pilihan,” ujar @adewahyudisiregar.

“Bangga bang warganet lihat perilaku abang yg baru2 ini Viral, salute.. sukses komandan ! @ppid.paspampres,” kata @faiz_andra.

Sebenarnya kasus Paspampres dengan oknum petugas PPKM Darurat Jakarta Barat sudah selesai. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo telah menemui Danpaspampres untuk meminta maaf secara langsung atas apa yang dilakukan anggotanya di lapangan terhadap Praka Izroi.

"Permasalahan ini sudah selesai. Saya juga sudah minta maaf secara langsung kepada Danpaspamres," kata Ady, Kamis (8/7/2021).

Dia menduga ada perilaku anggota Polri yang kurang pantas sehingga terjadi kesalahpahaman. "Memang ada kesalahpahaman dengan anggota yang melakukan penyekatan. Sekarang sudah selesai, situasi kondusif," ucapnya.

      Anggota Paspampres Praka Izroi Gajah

Dalam sebuah kesempatan, Danpaspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto juga telah menjelaskan duduk perkara ihwal anggotanya Praka Izroi yang bersitegang dengan petugas PPKM Darurat di pos penyekatan Jalan Daan Mogot.

Hal itu disebabkan personel di lapangan belum paham secara benar bahwasanya masyarakat yang bekerja di sektor esensial tetap diperbolehkan melintas. Aturan itu tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021.

"Aturan PPKM darurat belum dipahami petugas di lapangan tentang sektor esensial, non-esensial, dan kritikal. Pekerja di sektor ini boleh melewati penyekatan sesuai Instruksi Mendagri No 15/2021 tentang pemberlakuan PPKM Darurat di wilayah Jawa-Bali," jelas Agus.

Jika kebijakan belum dipahami, akibatnya kejadian salah paham seperti ini antara petugas dan warga yang bertugas di sektor tersebut akan terulang. Sosialisasi terkait aturan ini haruslah digencarkan.

Dia juga telah melakukan komunikasi dengan para Komandan Satuan (Dansat) untuk memahami aturan terkait PPKM tersebut. Komunikasi itu meliputi Dansat TNI-Polri.

Lebih baru Lebih lama