GOPRESIDEN.COM - Putra Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, tak mempermasalahkan ayahnya tersebut sering dibully oleh kelompok atau oknum tertentu. Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi risiko seorang pemimpin atau pejabat negara.

“Nggak papa, sudah risiko. Sudah biasa juga,” ujar Gibran saat ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Jumat (20/8).

Gibran soal Jokowi Jadi Sasaran Bully: Sudah Risiko Pejabat Negara

Gibran mengaku tidak ada nasihat atau pesan khusus yang disampaikan ayahnya saat ia menjabat sebagai Wali Kota Solo. Terlebih pesan atau nasihat untuk menghadapi orang-orang yang menghina.

“Nggak ada. Wis kerja wae lah. Ora usah diurus,” tandasnya.

Terkait hinaan atau bullyan yang dilakukan di media sosial, suami Selvi Ananda itu juga enggan menanggapi. Ia mengaku tak pernah menjawab kalimat warganet yang diunggah di media sosial. Baik akun instagram, facebook maupun twitter miliknya.

“Rasah (tidak usah) ditanggapi, santai aja. Biasa saja, nggak gimana-gimana,” tandasnya.

Selain tidak pernah menanggapi hinaan, Gibran juga mengaku tak berniat untuk melaporkan pelaku ke pihak berwajib. Demikian sikap keluarga menanggapi hinaan yang dilakukan terhadap Jokowi.

“Kita nggak pernah melaporkan, nggak pernah protes. Biasa, sudah risiko,” tegasnya.

Saat ditanyakan jika ada para pendukung ayahnya atau dirinya yang tidak terima dengan hinaan itu, Gibran malah balik bertanya.

“Apa ada yang melaporkan? Kayaknya nggak ada. Kurang gaweyan (kerjaan) opo ?” katanya.

Ia pun mengimbau para pendukung agar tidak melaporkan atau menanggapi hinaan yang datang. Di masa pandemi Covid-19, dikatakannya, lebih baik dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang produktif.

“Sekarang kan masa pandemi. Kita fokus ke kegiatan-kegiatan yang produktif saja. Membantu sesama. Kalau ngurusin yang kayak gitu itu nggak ada habisnya,” ucap dia.

Presiden Jokowi memang sering menjadi sasaran empuk orang-orang yang tidak suka. Salah satunya adalah terkait masalah penanganan Covid-19 yang oleh sebagian orang dianggap gagal. Kekesalan tersebut sering diungkapkan melalui media sosial maupun media lainnya.

Komentar

Lebih baru Lebih lama