Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan laba bersih PT Freeport Indonesia (PTFI) tahun ini diproyeksikan akan melonjak 300% menjadi Rp 40 triliun dari tahun lalu sebesar Rp 10 triliun.
Dia mengatakan, setelah pemerintah Indonesia melalui BUMN MIND ID mengambil 51% saham PT Freeport Indonesia pada 2018 lalu, kinerja dan transformasi di PT Freeport Indonesia terus berlangsung dan kian membaik.

"Setelah Republik Indonesia sesuai arahan Presiden, mengambil 51% saham Freeport, sekarang kita bisa pastikan kinerja dan inovasi dan transformasi di Freeport terus berlangsung," tuturnya dalam acara "Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia" di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021).

"Lalu, juga keuntungan bersih tahun lalu Rp 10 triliun, rencananya, tahun ini sampai Desember Rp 40 triliun," lanjutnya.

Dia mengatakan, lonjakan laba ini juga dipicu karena peningkatan kapasitas produksi, disertai dengan kenaikan harga komoditas tembaga, dan efisiensi.

"Peningkatan kapasitas produksi Freeport dan kenaikan harga copper dan efisiensi," jelasnya.

Dari sisi pendapatan pun diperkirakan naik 100% dibandingkan tahun lalu. Pihaknya memperkirakan, pendapatan PT Freeport Indonesia pada tahun ini bisa melonjak menjadi Rp 105 triliun dari tahun lalu sebesar Rp 50 triliun.

"Seperti yang kita saksikan bahwa saat ini pertumbuhan pendapatan PT Freeport meningkat 100%. Tahun lalu Rp 50 triliun, sekarang sampai Desember nanti Rp 105 triliun," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, produksi emas tahun ini diproyeksikan mencapai 1,3 juta ons dan tembaga sekitar 1,3 miliar pon.

Perlu diketahui, pada paruh pertama 2021 produksi emas Freeport tercatat sebesar 597 ribu ons, naik 75,05% dari periode yang sama 2020. Sementara penjualan emas pada semester I 2021 ini tercatat 558 ribu ons, naik 74,92% dari periode yang sama 2020 319 ribu ons.

Adapun produksi pada 2020 tercatat sebesar 809 juta pon tembaga dan 848 ribu ons emas.

Lebih baru Lebih lama