GOPRESIDEN.COM - Jenderal Andika Perkasa diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon Panglima TNI. Pengajuan tersebut disampaikan melalui Surat Presiden dari Jokowi kepada DPR RI.
Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, Presiden Jokowi hanya mengajukan satu nama.

"Presiden mengusulkan nama satu calon Panglima TNI. Atas nama Jenderal TNI Andika Perkasa," kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11/2021).

Gelar Pendidikan Jenderal Andika Perkasa, Calon Panglima TNI
KSAD Jenderal Andika Perkasa diketahui meraih empat gelar dari perguruan tinggi di Amerika Serikat. Gelar pendidikan Andika di antaranya satu gelar PhD dan tiga gelar master yakni M.A, M.Sc, M.Phil, di samping satu gelar S.E. dari perguruan tinggi dalam negeri.

Riwayat pendidikan tinggi Jenderal Andika Perkasa di luar negeri di antaranya:

- The Military College of Vermont Norwich University, Northfield, Vermont, AS
- National War College, National Defense University, Washington D.C., AS (2003)
- Harvard University, Massachusetts, AS
- The Trachtenberg School of Public Policy and Public Administration,The George Washington University, Washington D.C., AS (2005)

Andika juga menjalani pendidikan di dalam negeri, di antaranya:

- Akademi Militer (1987)
- Sekolah Dasar Kecabangan (Sesarcab) Infanteri
- Pendidikan Komando
- Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) (1999)
- Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI
- Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI

Jenderal Andika Perkasa sebagai KSAD berperan dalam penghapusan tes keperawanan bagi calon Komando Wanita Angkatan Darat (Kowad) dan calon istri prajurit. Penghapusan tes keperawanan calon Kowad kemudian diatur dalam Petunjuk Teknis (Juknis) Pemeriksaan Kesehatan Badan TNI AD Nomor B/1372/VI/2021 yang terbit 14 Juni 2021.



Jenderal TNI Andika Perkasa juga membantu Serda Aprilio Perkasa Manganang, mantan atlet voli putri yang mengalami hipospandia (kelainan alat kelamin). Sebelumnya, Andika membela Manganang saat diprotes Filipina terkait kondisinya pada SEA Games 2015.

Calon Panglima TNI tersebut membantu Serda Aprilio untuk diperiksa di RSPAD, menjalani operasi korektif, dan mengajukan perubahan data administrasi kependudukan di pengadilan untuk resmi sebagai laki-laki [GOPRESIDEN/detik].
Lebih baru Lebih lama